ABSTRAK
Sistem informasi akademik adalah sekumpulan elemen-elemen atau bagian- bagian baik fisik maupun non-fisik dan prosedur yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang bekerja sama dengan harmonis untuk mengolah data- data akademik menjadi informasi yang berharga.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan data akademik yang sedang berjalan, membuat perancangan Sistem Informasi Akademik. Metodologi penelitian yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi perpustakaan berbasis web ini adalah metodologi Waterfall yang meliputi sistem enginering, analysis, design, coding dan testing. Untuk metode desain penelitian dengan menggunakan metode deskriftif, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Alat yang digunakan untuk menggambarkan model sistem adalah berupa diagram konteks, dan Data Flow Diagram (DFD), serta dalam perancangan basis data menggunakan kamus data, normalisasi, dan Entity Relationship Diagram (ERD). Adapun perangkat lunak untuk perancangan dan implementasi program menggunakan Xampp sebagai server, MySQL database sebagai database dan Adobe Dreamweaver CS3 sebagai program editor. Hasil penelitian menunjukan bahwa perancangan sistem informasi akademik di SMK N 2 Adiwerna dapat membantu staf, guru , dan bagian yang terkait pada sistem informasi akademik dalam pengolahan data akademik yang ada. Mengadakan pengujian terhadap sistem aplikasi dengan menggunakan metode Blackbox. Tahap akhir adalah.mengimplementasikan sistem informasi yang meliputi implementasi perangkat lunak,perangkatkeras,basisdataserta antarmuka dari aplikasi yang dihasilkan.
Kata Kunci : Akademik, SMK N 2 Adiwerna, Sistem, Informasi, Web
(x + 78 halaman: 34 gambar; 10 tabel;)
Referensi : 10 (2002-2011)
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah dunia menjadi semakin lebih mudah dan membawa perkembangan serta kemajuan di segala bidang. Dengan dukungan teknologi komputer terbukti bahwa mekanisme kerja yang panjang dan berulang menjadi efektif dan efisien. Komputer memegang peran penting dalam menunjang kelancaran aktivitas pekerjaan didalam suatu informasi, cara mengatur data dengan sistem basis data yang selama ini telah mendukung kinerja banyak instansi. Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan, informasi dapat diperoleh dari sistem informasi. Pesatnya perkembangan informasi menuntut suatu instansi untuk melakukan perubahan dalam suatu sistem yang ada, karena masalah yang dihadapi pun makin berkembang. Salah satu instansi yang sering muncul masalah-masalah yang terusmenerus adalah instansi pendidikan. Masalah yang sering terjadi berkaitan dengan sistem informasi yang biasanya memerlukan waktu yang cukup lama dan tidak adanya data yang akurat atau data yang diperlukan hilang. Oleh karena itu merupakan suatu tuntutan bagi setiap sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah tersebut, salah satunya adalah dengan mengembangkan sistem informasi akademiknya, karena dengan sistem informasi akademik yang baik maka proses pengolahan data dan pelayanan terhadap siswa juga bisa meningkat sehingga hal itu bisa menjadi daya jual yang tinggi bagi sekolah tersebut. Sistem informasi akademik adalah sekumpulan elemen-elemen atau bagian-bagian baik fisik maupun non-fisik dan prosedur yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang bekerja sama dengan harmonis untuk mengolah data-data akademik menjadi informasi yang berharga. Proses-proses yang terdapat dalam sistem informasi akademik diantaranya proses pendaftaran, registrasi ulang, pengolahan nilai, pengolahan data keuangan, pembuatan jadwal pelajaran, dan pembuatan laporan-laporan akademik. Sistem informasi akademik yang diterapkan di SMK N 2 Adiwerna masih menggunakan sistem informasi yang tradisional, sehingga masih banyak terdapat kelemahan seperti data akademik belum terintegrasi dengan baik, sehingga masih terdapat redudansi. Data akademik kebanyakan masih disimpan dalam bentuk arsip sehingga proses pencarian data masih berjalan lambat, sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengolahan data dan proses pembuatan laporannya masih berjalan lambat. Dengan kelemahan/kekurangan sistem informasi akademik yang sedang berjalan tersebut maka kemungkinan adanya siswa atau orangtua siswa yang dirugikan/tidak puas dengan pelayanan akademik di sekolah tersebut masih ada. Dengan dibangunnya sistem informasi akademik yang terkomputerisi diharapkan kegiatan-kegiatan akademik seperti pendaftaran siswa baru, registrasi ulang, pengolahan nilai, pengolahan data keuangan, pembuatan jadwal pelajaran dan pembuatan laporan akademik di SMK N 2 Adiwerna dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis tertarik untuk membuat laporan proyek akhir dengan judul “SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB DI SMK N 2 ADIWERNA – TEGAL”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah yaitu bagaimana merancang sistem informasi akademik di SMK N 2 Adiwerna dengan sebuah media penyimpanan yang terintegrasi sehingga data akademik dapat dicari dengan cepat, memperkecil kemungkinan hilangnya data dan laporan akademik juga dapat selesai dengan cepat dan kemungkinan terjadinya kesalahan kecil.
1.3 Batasan Masalah
Untuk mempermudah pelaksanaan pembangunan sistem informasi akademik ini dan terlalu luasnya masalah yang akan dibahas, penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu sebagai berikut:
1. Kegiatan akademik yang penulis bahas meliputi pengolahan nilai, pembuatan jadwal pelajaran, pelanggaran dan absensi siswa.
2. Sistem ini hanya bisa diakses oleh administrator dan guru pengajar.
1.4. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah dan pembatasan masalah, maka dapat dideskripsikan tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk merancang sistem informasi akademik di SMK N 2 Adiwerna dengan sebuah media penyimpanan yang terintegrasi sehingga data akademik dapat dicari dengan cepat, memperkecil kemungkinan hilangnya data dan laporan akademik juga dapat selesai dengan cepat dan kemungkinan terjadinya kesalahan kecil.
1.5 Manfaat
Adapun penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pihak-pihak sebagai berikut : 1.5.1 Bagi Penulis
Agar dapat menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan sekaligus memahami pentingnya teori yang didapat dalam perkuliahan serta dapat mengaplikasikan teori tersebut ke dalam dunia pekerjaan.
1.5.2 Bagi Institusi
Dapat menambah sumbangan informasi bagi pengembangan ilmu Manajemen Informatika, terutama mengenai sistem informasi akademik.
1.5.3 Bagi Pihak Sekolah
Dapat dijadikan sebagai sumber pemikiran dan rekomendasi dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah dalam pengolahan data akademik sehingga dapat berjalan efektif dan efisien.
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Sistem
Sistem merupakan kumpulan elemen – elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk tujuan tertentu. Pengertian sistem menurut Andri Kristanto (2008 : 1) adalah jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Lain halnya menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2006 : 168), sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Jogiyanto (2005 : 1), sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dari uraian penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa sistem merupakan suatu kumpulan subsistem-subsistem yang memiliki tujuan tertentu, dimana dalam subsistem terdapat tugas-tugas tertentu untuk menjadi satu kesatuan dalam mencapai suatu tujuan. menurut Jogiyanto (2005:4) sistem memiliki beberapa karakteristik diantaranya :
1. Memiliki Komponen – komponen (component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen – komponen sistem atau elemen – elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian – bagian dari sistem yang mempunyai sifat – sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Memiliki Batas Sistem (boundary)
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Adanya lingkungan luar sistem (environments)
Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
4. Memililki Penghubung
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5. Memiliki masukkan (input)
Masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem.
6. Memiliki Keluaran (output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukkan untuk sistem lainnya.
7. Memiliki pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.
8. Memiliki sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
Suatu sistem pasti akan memiliki suatu tujuan (goal) atau sasaran (objectives). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran sistem sangat menentukan masukkan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Sistem dapat dikatakan berhasil bila mengenai sasaran dan tujuannya.
2.1.1 Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut :
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran- pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human- machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Sistem informasi merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian- bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar- benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relative tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
2.2 Pengertian Informasi
Informasi merupakan salah satu jenis sumber daya yang paling utama yang dimiliki oleh suatu organisasi. Melihat begitu pentingnya peranan sebuah informasi, maka informasi perlu untuk dikelola dengan baik agar dapat membantu sebuah organisasi untuk mendapatkan sebuah informasi yang berkualitas. Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2006 : 168) informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar- benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relative tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
2.2 Pengertian Informasi
Informasi merupakan salah satu jenis sumber daya yang paling utama yang dimiliki oleh suatu organisasi. Melihat begitu pentingnya peranan sebuah informasi, maka informasi perlu untuk dikelola dengan baik agar dapat membantu sebuah organisasi untuk mendapatkan sebuah informasi yang berkualitas. Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2006 : 168) informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang utnuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Sedangkan Menurut Azhar Susanto (2004 : 18) informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang memberi makna atau arti dan berguna atau bermanfaat bagi penerima informasi tersebut. Menurut Gelinas dalam Azhar Susanto (2004 : 41) mengutarakan pendapatnya tentang ciri-ciri sebuah informasi. Ciri-ciri tersebuat adalah :
1. Efektifitas artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis, termasuk didalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu yang tepat, format yang tepat sehingga dapat dipahami, konsisten dengan format sebelumnya, isinya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan.
2. Efisiensi artinya informasi dihasilkan melalui penggunaan sumber daya yang optimal.
3. Konfidensial artinya memperhatikan proteksi atau perlindungan terhadap informasi sensitif dari pihak yang tidak berwenang.
4. Integritas artinya informasi yang dihasilkan harus merupakan hasil pengolahan data yang terpadu berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.
5. Ketersediaan artinya informasi yang diperlukan harus selalu tersedia kapanpun saat diperlukan. Untuk itu diperlukan pengamanan terhadap sumber daya informasi.
6.Kepatuhan artinya informasi yang dihasilkan harus patuh terhadap undang-undang atau peraturan pemerintah serta memiliki tanggung jawab baik terhadap pihak internal maupun pihak eksternal organisasi perusahaan.
7. Kebenaran artinya informasi telah disajikan oleh sistem informasi dengan benar dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengoprasikan perusahaan.
2.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi dalam sebuah sistem meliputi pemasukan data (input) kemudian diolah melalui suatu model dalam pemrosesan data dan hasil informasi akan ditangkap kembali sebagai suatu input dan seterusnya sehingga membentuk siklus informasi yang dapat diperoleh dari sistem informasi sebagai sistem khusus dalam organisasi untuk mengolah informasi tersebut. Secara sepintas sistem informasi dapat diartikan sebuah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian atas kegiatan kegiatan tertentu yang menghasilkan sebuah informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemakainya. Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2006 : 11) sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi. Lain halnya dengan Al–Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 13) sistem informasi didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk pengendali informasi. Maka dapat kita simpulkan bahwa sistem informasi merupakan kesatuan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk menciptakan dan membentuk aliran informasi yang mendukung pembuatan keputusan.
Adapun kegiatan sistem informasi adalah sebagai berikut :
1. Input, yaitu menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk proses.
2. Proses, yaitu menggambarkan bagaimana suatu data diproses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
3. Penyimpanan, yaitu suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
4. Output, yaitu suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari suatu proses informasi.
5. Kontrol, yaitu suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan komponen sistem informasi terdiri dari :
1. Perangkat keras (hardware), terdiri dari komputer, printer, jaringan.
2. Perangkat lunak (software).
3. Data, merupakan komponen dasar informasi.
4. Manusia (user).
2.4 Pengertian Sistem Informasi Akademik
Sistem informasi akademik merupakan tiang utama dalam mengatur segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan maupun hal-hal yang lainnya dan akademik yaitu suatu rangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis untuk mahasiswa sebagai input agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sebuah perguruan tinggi tentunya memiliki sistem informasi pada instansi pendidikan, serta komponen- komponen yang terkandung didalamnya, kemudian kaitannya masing- masing komponen tersebut pada alur sistem informasi lembaga pendidikan tertinggi. Sistem informasi ini akan mendukung kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan baik dalam pelayanan terhadap mahasiswa sampai karyawan. Namun sesudah perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, perguruan tinggi harus setiap saat mengupdate sistem informasinya sehingga dalam kinerjanya akan menuju ke titik yang lebih baik.
2.4.1 Pengertian Pendaftaran Siswa Baru
Pengertian pendaftaran adalah proses pendaftaran siswa siswi baru, pendataan dan pembagian kelas seorang siswa siswi Sehingga dapat terorganisir, teratur dengan cepat dan tepat dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh sekolah. Proses pendaftaran siswa baru merupakan salah satu kewajiban pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setiap tahun ajaran baru.
2.4.2 Pengertian Pendistribusian
Pendistribusian adalah penyaluran (pembagian, pengiriman ) kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat.
2.4.3 Pengertian Penilaian
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai.
2.5 Pengertian Internet
Internet adalah sumber daya informasi yang menjangkau informasi ke seluruh dunia. Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan berbagai komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon. Internet adalah kumpulan yang luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling bersambungan menggunakan jaringan telekomunikasi yang ada di seluruh dunia. Setiap komputer pada sebuah jaringan harus dapat berkomunikasi satu sama lain. Bahasa standar Internet adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Banyak protokol yang tersedia, seperti DECnet, SNA, Novell dan Appletalk. Namun, agar dua buah komputer dapat berkomunikasi keduanya haruslah menggunakan protokol yang sama pada saat yang bersamaan.
2.6 World Wide Web (WWW)
World Wide Web (WWW) merupakan suatu kumpulan informasi pada beberapa server komputer yang terhubung satu sama lain dalam jaringan internet. Informasi-informasi dalam web mempunyai link-link yang menghubungkan informasi tersebut ke informasi lain didalam jaringan internet untuk digunakan bersama. Web pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi hypertext, pemakai dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web. Web memudahkan pengguna komputer berinteraksi dengan pelaku internet lainnya dan menelusuri informasi di internet.
2.7 Hyper Text Markup Language (HTML)
HTML singkatan dari Hyper Text Markup Language merupakan salah satu format yang digunakan dalam pembuatan dokumen dan aplikasi yang berjalan di halaman web. Dokumen HTML adalah file teks murni yang dapat dibuat dengan editor teks sembarang. Dokumen ini dikenal sebagai web page.Dokumen HTML disusun oleh elemen-elemen. “Elemen” merupakan istilah bagi komponen- komponen dasar pembentuk dokumen HTML. Beberapa contoh elemen adalah: head, body, table, paragraph, dan list. Elemen dapat berupa teks murni, atau bukan teks, atau keduanya.
2.8 Program Editor HTML
Ada dua macam editor HTML, yaitu yang berbasiskan teks dan
yang berbasiskan WYSIWYG (What You See Is What You Get).
Diperlukan browser untuk melihat hasil dari dokumen HTML yang
telah dibuat. Program editor HTML berbasiskan teks yang dapat
digunakan diantaranya : Notepad, WebEdit, sedangkan program editor
HTML berbasiskan WYSIWYG diantaranya adalah Frontpage, Homesite,
Macromedia Dreamweaver 8, dan seterusnya.
2.9 Javascript
JavaScript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Opera dan Safari. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT, berikut contoh penggunaan javascript :
1. Script pada bagian head
2. Script pada Body
3. External JavaScrip
2.10 Cascading Style Sheet (CSS)
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda. Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf (font), tampilan pada tabel (table layout) dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama. CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni @media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.
2.11 Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
Server HTTP umumnya digunakan untuk melayani dokumen hypertext, karena HTTP adalah protokol dengan overhead yang sangat rendah, sehingga padakenyataan navigasi informasi dapat ditambahkan langsung ke dalam dokumen dan dengan demikian protokolnya sendiri tidak harus mendukung navigasi secara penuh seperti halnya protokol FTP dan Gopher.
2.12 Uniform Resource Locator (URL)
Konsep nama file standard yang diperluas dengan jaringannya. Nama file ini tidak hanya menunjukkan direktori dan nama filenya, tetapi juga nama mesinnya dalam jaringan. URL dapat disediakan (ada atau diakses) dengan berbagai metode, dan bisa jadi bukan sekedar file, karena URL dapat menunjukkan query-query, dokumen yang disimpan dalam database, hasil dari suatu perintah finger atau archie, atau apapun yang berkaitan dengan data hasil proses.
2.13 Domain Name System (DNS)
Komputer-komputer di Internet menggunakan suatu format penamaan standar untuk mempermudah pengelolaan server komputer di Internet yang berkembang dengan cepat. Sistem penamaan server komputer ini adalah Domain Name System (DNS). DNS merupakan suatu tingkat- tingkat domain, yang merupakan kelompok komputer-komputer yang terhubung ke Internet. Sebagai contoh, dalam penulisan URL terdapat akhiran .com, itu berarti menandakan sebuah organisasi komersial. Contoh lain misalnya .gov yang menandakan lembaga pemerintahan dan masih banyak lagi yang lainnya.
2.14 Web Browser
Web browser adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari web server. Software tersebut kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat dengan melakukan “point dan click” untuk pindah antar dokumen, seperti Internet Explorer 7, Firefox, Opera, Crome, Safari, dan seterusnya.
2.15 Web Server
Web server adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen- dokumen web, komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari kliennya.Web browser seperti Explorer atau Navigator berkomunikasi melalui jaringan(termasuk jaringan Internet) dengan web server, menggunakan HTTP. Browser akan mengirimkan request kepada server untuk meminta dokumen tertentu atau layanan lain yang disediakan oleh server. Server memberikan dokumen atau layanannya jika tersedia juga dengan menggunakan protokol HTTP.
2.16 Pemograman PHP
PHP adalah kependekan dari PHP Hypertext Prepossesor, bahasa interpreter yang mempunyai kemiripan dengan bahasa C dan Perl yang mempunyai kesederhanaan dalam perintah. PHP merupakan bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan berada di server (server- side HTML-embedded scripting), artinya sintaks dan perintah-perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan diatas teknologi web.
BAB III METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara atau teknik ilmiah yang dimaksud adalah dimana kegiatan penelitian itu dilaksanakan berdasarkan ciri-ciri keilmuan, yaitu Rasional, Empiris dan Sistematis (RES). Rasional berarti peneltian dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh nalar manusia. Empiris berarti cara atau teknik yang dilakukan selama penenlitian itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara atau teknik atau langkah yang digunakan selama proses penelitian. Sistematis, maksudnya adalah proses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan langkah- langkah tertentu yang logis.
3.1 Desain Penelitian
Adapun metode atau desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenaran-kebenaran atau membenarkan kebenaran, namun di dalam melihat kebenaran tersebut, tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata, akan tetapi kadangkala perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi, dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut. Dalam penelitian deskriptif kualitatif, peneliti berusaha memperoleh data pada fakta-fakta yang tampak sebagaimana keadaan sebenarnya. Sedang teknik pengambilan data digunakan dengan dua metode yaitu wawancara bebas terpimpin dan observasi non partisipan.
3. 2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data
3.2.1 Sumber Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh peneiti dengan cara meneliti langsung ke SMK N 2 Adiwerna – Tegal.
1. Observasi Dalam perancangan ini, dilakukan pengamatan terhadap kegiatan yang berkaitan langsung dengan data yang dibutuhkan pada pembuatan program berbasis website yaitu dengan datang ke wakasek kesiswaan di SMK N 2 Adiwerna – Tegal, data apa saja yang sebagai input atau output dalam suatu database pendaftaran dan registrasi siswa baru.
2. Wawancara Mengadakan wawancara dengan wakasek kesiswaan yang menangani bagian pendaftaran dan registrasi siswa baru dan wakasek kurikulum yang menangani proses penilaian dan pembuatan jadwal pelajaran, guna memperoleh data mengenai objek kegiatan yang diteliti.
3.2.2 Sumber Data Sekunder
Penulis mengambil data-data yang digunakan oleh SMK N 2 Adiwerna – Tegal dalam melakukan pendaftaran, registrasi siswa baru dan penilaian sehubungan dengan penelitian yang penulis lakukan di SMK N 2 Adiwerna – Tegal untuk dijadikan bahan oleh penulis dalam pembutan tugas akhir dan studi pustaka untuk mengumpulkan berbagai referensi dari beberapa buku , jurnal dan media online untuk menunjang dalam pengolahan data yang didapatkan dari perpustakaan universitas dan internet.
3.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem
Dalam pembangunan suatu sistem berbasis teknologi informasi diperlukan suatu pendekatan dan pengembangan sistem yang akan menentukan proses penyelesaian rekayasa perangkat lunak, adapun pendekatan sistem yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan pendekatan terstruktur dan pengembangan sistem dengan menggunakan model prototype.

Fase – fase metode pengembangan sistem
3.4 Pengujian Software
Pengujian software adalah proses untuk memastikan apakah semua fungsi sistem bekerja dengan baik, dan mencari apakah masih ada kesalahan pada sistem. Pengujian atau testing software sangat penting untuk dilakukan. Pengujian ini bertujuan untuk menjamin kualitas software, dan juga menjadi peninjauan terakhir terhadap spesifikasi, disain dan pengkodean. Terdapat dua pendekatan dalam melakukan pengujian software, yaitu: 1. Pendekatan black-box testing Pendekatan ini melakukan pengujian terhadap fungsi operasional software. Pendekatan ini biasanya dilakukan oleh penguji yang tidak ikut serta dalam pengkodean software. 2. Pendekatan white-box testing Metode ini dilakukan oleh orang yang memahami cara kerja operasi internal software yang membentuk keseluruhan operasi software.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pengujian softwarare menggunakan pendekatan black-box testing. Black box testing menyinggung ujicoba yang dilakukan pada interface software. Walaupun didesain untuk menemukan kesalahan ujicoba blackbox digunakan untuk mendemonstrasikan fungsi software yang dioperasikan, apakah input diterima dengan benar, dan output yang dihasilkan benar, apakah integritas informasi eksternal terpelihara. Ujicoba blackbox memeriksa beberapa aspek sistem, tetapi memeriksa sedikit mengenai struktur logikal internal software.
BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
4.1 Perancangan
4.1.1 Identifikasi Data Data yang digunakan untuk mendukung laporan proyek akhir ini adalah dengan mengumpulkan data – data yang dianggap penting untuk penulisan laporan proyek akhir ini di antaranya:
a. Data Siswa | b. Data Guru | c. Data Nilai Ulangan | d. Data Nilai UTS | e. Data Nilai UAS | f. Data Mapel | g. Data Kelas | h. Data Jadwal Pelajaran
4.1.2 Identifikasi Informasi Identifikasi Informasi yang di gunakan ini, diperoleh dari melakukan observasi untuk memperoleh informasi tentang akademik. Dan informasi yang diperoleh di antaranya:
a. Laporan Data Siswa | b. Laporan Data Guru | c. Laporan Data Kelas | d. Laporan Data Mapel | e. Laporan Data Jadwal Pelajaran
4.1.3 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang menggambarkan sistem secara umum, Diagram konteks bertujuan untuk memberikan gambaran kepada sistem analisis pembuatan program mengenai input (masukan) ke dalam proses dan apa yang akan dihasilkan output (keluaran).

Diagram Konteks
4.1.4 Perancangan Basis Data
Perancangan basis data adalah menciptakan atau merancang kumpulan data yang terhubung dan tersimpan secara bersama-sama . Dalam perancangan basis data ini akan dibahas mengenai normalisasi, ERD, struktur file dan tabel relasi.
4.1.4.1 Normalisasi Normalisasi merupakan peralatan yang digunakan untuk melakukan proses pengelompokan data menjadi tabel-tabel yang menunjukan entitas dan relasinya.
1. Unnormal Berikut ini adalah unnormal dari basis data sistem informasi akademik :Tabel=(:nis, nama, tmptlahir, tgl_lahir, agama, jenkel, alamat, notelp, kdkelas, kdguru, nip, nmguru, alamat, notelp, kdpelajaran, password, semester, thnajaran, nis, kdpelajaran, u1, u2, u3, u4, u5, uts, uas, kdpelajaran, nmpelajaran, kdkelas, kdguru.
Bentuk normal ke 1 Bentuk normal kesatu adalah bentuk table yang tidak mengandung atribut yang sama dengan menuliskan atribut yang sama hanya satu kali. Berikut ini adalah bentuk normal kesatu dari basis data sistem informasi akademik : Tabel = ( : nis, nama, tmptlahir, tgl_lahir, agama, jenkel, alamat, notelp, kdkelas, kdguru, nip, nmguru, kdpelajaran, password, semester, thnajaran, u1, u2, u3, u4, u5, uts, uas, nmpelajaran.
50
2. Bentuk normal ke 2 Bentuk normal kedua yaitu bila relasi tersebut memenuhi kriteria bentuk normal kesatu dan semua atribut bukan kunci harus bergantung sepenuhnya ke atribut kunci. Berikut ini adalah bentuk normal kedua dari basis data sistem informasi akademik : a. Siswa : nis, nama, tmptlahir, tgl lahir, agama, jenkel, alamat , notelp, kdkelas. b. Guru : kdguru, nip, nmguru, alamat, notlp, kdpelajaran, password. c. Nilai : semester, thnajaran ,nis, kdpelajaran, u1, u2, u3, u4, u5, uts, uas. e. Jadwal pelajaran : kdpelajaran, nmpelajaran. f. Kelas : kdkelas, kdguru.
3. Bentuk normal ke 3 a. Siswa : nis, nama, tmptlahir, tgl lahir, agama, jenkel, alamat , notelp, kdkelas. b. Guru : kdguru, nip, nmguru, alamat, notlp, kdpelajaran, password. c. Nilai : semester, thnajaran ,nis, kdpelajaran, u1, u2, u3, u4, u5, uts, uas. e. Jadwal pelajaran : kdpelajaran, nmpelajaran. f. Kelas : kdkelas, kdguru.
4.1.4.2 Relasi Tabel Relasi table adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan entitas yang lainnya. Suatu file yang terdiri dari beberapa grup elemen-elemen yang berulang-ulang perlu diorganisasikan kembali. Proses untuk mengorgaisasikan file yang untuk menunjukan entity dan relasinya yang berfungsi untuk mengakses data item sedemikian rupa sehingga database tersebut mudah di modifikasi. Relasi antar table untuk sistem informasi akademik adalah sebagai berikut ini :

Relasi Tabel
4.1.4.3 Entity Relationship Diagram Komponen utama pembentukan ERD atau biasa disebut diagram E-R yaitu entity (entitas) dan Relation (relasi) sehingga dalam hal ini Diagran E-R merupakan komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang dideskripsikan lebih jauh melalui sejumlah atribut- atribut yang menggambarkan seluruh fakta dari sistem yang ditinjau. Berikut diagram E-R sistem informasi pengolahan data akademik yang dibangun.

ERD
4.1.4.4 Perancangan Output Berikut Ini adalah perancangan output Sistem Informasi Akademik yang diusulkan :
1. Perancangan output laporan data guru

Output laporan data guru
2. Perancangan output laporan data siswa

Output laporan data siswa
3. Perancangan output laporan nilai ulangan

Output laporan nilai ulangan
4 Perancangan output laporan nilai uts dan uas

Output laporan nilai uts dan uas
5. Perancangan output laporan nilai akhir

Output laporan nilai akhir
4.1.4.5 Implementasi sistem
Implementasi sistem informasi akademik sekolah pada SMK N 2 Adiwerna berbasis web dilakukan menggunakan bahasa pemograman PHP dengan menggunakan basis data MySQL. Aplikasi PHP dapat dijalankan pada Operating System Windows Seven. Pada sistem ini pengakasesan sistem dibedakan menjadi dua bagian, yaitu bagian admin yang mempunyai hak akses penuh dalam mengelola isi website, dari pengolahan data sampai dengan pembuatan laporan-laporan yang dibutuhkan. Kedua bagian user, dalam bagian ini adalah user hanya dapat melihat informasi yang terdapat didalam website ini. Beberapa hal yang menjadi batasan dalam mengimplementasikan perangkat lunak :
1. Basis data yang digunakan dalam pengimpelementasian ini adalah MySQL.
2. Hak akses mengelola data website hanya dapat dilakukan oleh admin.
3. User tidak mempunyai hak akses mengelola data website.
Pengembangan perangkat lunak menggunakan Apache(4.1.10), PHP dan MySQL(10.9). apache digunakan sebagai perangkat lunak untuk web server, PHP digunakan sebagai perangkat lunak pengembang karena menyediakan fasilitas untuk membuat perangkat lunak berbasis web, sedangkan mysql digunakan sebagai perangkat lunak pengembang dalam pembuatan basis data. Perangkat keras berdasarkan kebutuhan-kebutuhan minimal yang harus terpenuhi :
a. Menggunakan minimal Intel Pentium atau sekelasnya
b. Menggunakan Ram Minimal 512 MB
c. Tersedianya hardisk untuk penyimpananya minimal 2GB
4.1.4.6 Implementasi Basis Data
Implementasi Basis Data Implementasi basis data dilakukan dengan menggunakan bahasa SQL, dimana DBMS yang digunakan menggunakan MySQL. Adapun implemntasi basis datanya dalam bahasa SQL adalah sebagai berikut :
Table structure for table `guru ` CREATE TABLE `guru` ( `kdguru` varchar(3) NOT NULL default „0‟, `nip` varchar(10) NOT NULL default „0‟, `nmguru` varchar (30) NOT NULL default „0‟, `alamat` varchar (250) NOT NULL default „0‟, `notelp` varchar (15) NOT NULL default „0‟, `kdpelajaran` varchar (10) NOT NULL default „0‟, `password` varchar (50) NOT NULL default „0‟, `PRIMARY KEY („kdguru‟)` ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1; Table structure for table `siswa` CREATE TABLE `siswa` ( `nis` varchar(4) NOT NULL default „0‟, `nama ` varchar(30) NOT NULL default „0‟, `tmptlahir` varchar (20) NOT NULL default „0‟, `tgllahir` date() NOT NULL default „0‟, `agama` varchar(2) NOT NULL default „0‟, `jenkel` varchar(1) NOT NULL default „0‟, `alamat` varchar(250) NOT NULL default „0‟, `notlp` varchar(15) NOT NULL default „0‟, `kdkelas` varchar(20) NOT NULL default „0‟, `PRIMARY KEY („nis„) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
70
Table structure for table `nilai ` CREATE TABLE `nilai ` ( `semester` varchar(6) NOT NULL default „0‟, `thnajaran` varchar(9) NOT NULL default „0‟, `nis` varchar(4) NOT NULL default „0‟, `kdpelajaran` varchar(10) NOT NULL default „0‟, `uts` varchar(4) NOT NULL default „0‟, `uas` varchar(4) NOT NULL default „0‟, `u1` double() NOT NULL default „0‟, `u2` double() NOT NULL default „0‟, `u3` double() NOT NULL default „0‟, `u4` double() NOT NULL default „0‟, `u5` double() NOT NULL default „0‟, `PRIMARY KEY (semester,,thnajaran„nis„kdpelajaran) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1
Table structure for table `jadwalpelajaran` CREATE TABLE `jadwalpelajaran` ( `thnajaran` varchar(9) NOT NULL default „0‟, `kdpelajaran` varchar (10) NOT NULL default „0‟, `kdguru` varchar(50) NOT NULL default „0‟, `kdkelas` varchar(20) NOT NULL default „0‟, `hari` varchar (6)NOT NULL default „0‟, `jam` varchar (10) NOT NULL default „0‟, `ruang` varchar (10) NOT NULL default „0‟, `PRIMARY KEY (thnajaran„kdpelajaran,,kdguru,,kdkelas,,hari,,jam,,) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1
CREATE TABLE `pelajaran`.` pelajaran` ( `kdpelajaran` VARCHAR(10 ) NOT NULL , `nmpelajaran` VARCHAR( 30 ) NOT NULL
) ENGINE = MYISAM DEFAULT CHARSET=latin1
CREATE TABLE `kelas`.` kelas` ( `kdkelas` VARCHAR(20 ) NOT NULL , `kdguru` VARCHAR( 3 ) NOT NULL ) ENGINE = MYISAM DEFAULT CHARSET=latin1
4.2 Pengujian Sistem
Pengujian merupakan bagian yang penting dalam siklus pembangunan perangkat lunak. Pengujian dilakukan untuk menjamin kualitas dan juga mengetahui kelemahan dari perangkat lunak. Tujuan dari pengujian adalah menjamin bahwa perangkat lunak yang dibangun memiliki kualitas yang handal yaitu mampu mempretasikan kajian pokok dari spesifikasi, analisis, perancangan dan pengekodean dari perangkat lunak itu sendiri.
Adapun kriteria pengujian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kebenaran perangkat lunak dan kesesuaian dengan spesifikasinya dinyatakan berhasil jika aplikasi mampu menjalankan fungsi-fungsi berdasarkan spesifikasi secara benar. Sebaliknya pengujian dinyatakan gagal jika terdapat fungsi dari perangkat lunak dalam spesifikasi yang tidak dapat dijalankan pada proses pengujian.
Pengujian perangkat lunak ini menggunakan metode pengujian Black Box. Pengujian Black Box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang dibuat.
4.2.2.1 Rencana Pengujian
Rencana pengujian yang akan dilakukan dengan menguji sistem. Pengujian Sistem Informasi Akademik berikut menggunakan data uji berupa masukan dari admin dan user. Rencana pengujian selengkapnya terlihat pada tabel dibawah ini :

4.2.2.2 Kasus dan Hasil Pengujian
Pengujian perangkat lunak ini dilakukan pada modul-modul yang ada pada sistem informasi akademik, maka dapat dilakukan pengujian sebagai berikut:
4.2.2.3 Pengujian Login
Pengujian Login admin yang mempunyai hak akses penuh dalam pengelolaan data. Pengujian login ini dilakukan dengan menggunakan validasi terhadap data username dan password yang dimasukan, apabila data masukan valid maka login sukses tetapi apabila data masukan tidak valid maka login gagal.

4.2.2.4 Pengujian Input Data Guru Pengujian ini adalah pengujian dengan memasukkan sejumlah data guru ke dalam database, dengan beberapa validasi.

4.2.2.5 Pengujian Input Data Siswa Pengujian ini adalah pengujian dengan memasukkan sejumlah data siswa ke dalam database, dengan beberapa validasi.

4.3. Kesimpulan Hasil Pengujian
Pengujian yang telah dilakukan merupakan proses yang terdapat dalam sistem informasi akademik berbasis web. Dan setelah dilakukan pengujian, maka berdasarkan hasil dari pengujian dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi dapat digunakan dengan baik, disamping terdapat beberapa proses lain yang mendukung dalam berjalannya aplikasi ini. Namun demikian pengujian tersebut di atas dapat dikatakan belum sempurna, dikarenakan hanya dilakukan pada sisi pengujian. Dan semua yang dilakukan dalam pengujian ini diharapkan dapat mewakili pengujian fungsi yang lain dalam sistem informasi akademik berbasis web.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.4 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan proyek akhir ini adalah dengan adanya Perangkat Aplikasi Pendukung Sistem Informasi akademik berbasis komputer, dapat membantu mengatasi masalah yang berhubungan dengan kegiatan akademik pada SMK N 2 Adiwerna – Tegal. Seperti :
1. Adanya inputan data nilai akademik sehingga akan memudahkan guru dalam penyimpanan data dan akan mengurangi resiko kehilangan data karena data di simpan di dalam suatu database.
2. Dengan adanya inputan jadwal pelajaran dan mata pelajaran secara komputerisasi sehingga akan meminimalisir terjadinya duplikasi data .
3. Dengan adanya laporan data guru , data siswa dan data nilai sehingga dapat mempercepat dalam pencarian data maupun ketika akan di edit .
4. Dibuat admin yang mengatur dalam penginputan data guru, data siswa dan pengelolaan data dalam database..
77
4.5 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk memaksimalkan kinerja dari aplikasi sistem informasi akademik berbasis komputer yang telah dibuat adalah :
1. Sistem informasi akademik yang telah dibuat masih mungkin untuk dikembangkan, agar menghasilkan informasi yang lebih optimal yaitu dengan menambahkan proses pendaftaran siswa baru dan registrasi siswa.
2. Perlu adanya pelatihan untuk sumber daya manusia yang akan menggunakan sistem akademik berbasis komputer yang telah dibuat, Agar sistem informasi akademik berbasis komputer dapat digunakan dengan baik dan benar.
3. Perlu adanya dukungan perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat mendukung optimalisasi kinerja dari sistem informasi akademik berbasis komputer yang telah dibuat, agar menghasilkan informasi yang lebih cepat, tepat, dan
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto HM. 2005. Analisis dan desain: Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Andi Offset. Yogyakarta.
Kristanto, Andri. 2008. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya Gava. Media. Yogyakarta.
Sutedjo Dharma Oetomo, Budi. 2002. Perencanaan & Pembangunan Sistem Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.
Susanto, Azhar. 2007. Sistem Informasi Manajemen. Lingga Jaya. Bandung. Al-Bahra bin Ladjamudin. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Syafii, M. 2004. Membangun Aplikasi Berbasis PHP dan MySQL. Andi Offset. Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/ Internet/ 20 Februari 2011.
http://id.wikipedia.org/wiki/ Apache_HTTP_Server/ 20 Februari 2011.
http://id.wikipedia.org/wiki/ PHP/ 20 Februari 2011.
http://tipstrategi.wordpress.com/2010/05/05/pengertian-sistem-informasi-akademik/ 5 Mei 2010.